Sebuah kalimat menggugah saya, kalimatnya begini apa yang akan terjadi dalam dunia bisnis Indonesia hingga tahun 2030. Apa jawabnya? Maka saya akan pilah dulu bagian per bagian yaitu bagian pasar atau market, dan bagian perilaku costumer. Kita membahas mengenai kaum milenial. Kaum milenial adalah mereka yang lahir disekitar tahun 1981-2000 dimana saat ini merupakan early adaptor dari calon orang kaya 50% manusia produktif Indonesia saat ini adalah kaum millennial dan ditahun 2030 75% lebih angkatan kerja produktifnya adalah kaum millennial ini juga orang kayanya adalah kaum millennial ini. Kita overview. Mengenai apa yang saya sebut 3 Gelombang Besar Bisnis di Indonesia dimana informasi ini masih akan relevan hingga sepuluh tahun kedepan, yang akan anda hadapi dalam sepuluh tahun kedepan ada 3 masalah dalam disrupsi. Tiga Disrupsi besar ini telah terjadi dan saya bilang bahwa, kalau anda bukan entrepreneur maka anda akan melihat disrupsi sebagai sebuah ancaman. Tapi kalau anda enterprenuer maka inilah masa dimana kita menyebutnya the whole new world of business (dunia baru dalam bisnis) saat ini ada peluang jutaan banyaknya walaupun disisi lain ada jutaan pekerjaan yang tutup. Ribuan bisnis baru tumbuh dan ribuan bisnis lama juga mati itulah distrubsi yang baru. Apa yang di distrubsi saat ini? Misalnya Matahari dan Ramayana dibunuh sama Buka Lapak dan Tokopedia, Travel Agen dibunuh sama traveloka, Tapii dibalik itu sahabat ada jutaan peluang yang tumbuh baru juga. Jadi kalau ada yang mati pasti ada yang lahir baru. Anda bagian yang mana? Ikut bagian yang mati atau ikut bagian yang lahir. Ketika ada 50 produk bisnis industry yang dibunuh oleh millennial, maka kalau ada yang mati pasti ada yang lahir. Kalau traveloka itu bagian dari yang lahir karena muncul yang namanya online travel agen tapi efeknya banyak travel agen offline yang mati karena bisnis model mereka sudah tidak relevan kedepannya. Saya akan menceritakan mengenai 3 disrupsi yang sekarang mulai banyak orang ketakutan luar biasa 3 Big Giant Wave yang mendisrupsikan pasar dan mendisrupsi perilaku konsumen. Terutama perusahaan – perusahaan raksasa seperti astra, mayora, kalbe farma yang besar – besar itu shock sekarang karena tiba-tiba muncul pemain yang sama sekali tidak dikenal tiba- tiba muncul merusak semuanya.
Gojek misalnya, baru 9 tahun ada yang tau berapa market valuenya? Lebih dari 10 billion dolar kalau dirupiahkan berapa? 150 Triliun, itu uang semua gak ada kertasnya. Sedangkan Garuda anda tahu berapa, market valuationnya? Engga nyampe 40 triliun. Yang satu 9 tahun, yang satu 40 tahun bayangkan! Dan yang 40 tahun itu merangkaknya pun pelan – pelan dan sampai sekarang gak nyampe –nyampe tuh. Mereka bisa besar karena assetnya kecil, tentu ini aneh dengan bisnis jaman dulu assetnya besar-besar dan hutangnya juga besar. disisi lain Netflix itu pegawainya Cuma 6000 orang valuationnya lebih dari 160 triliun kantor aja gak punya, jadi omsetnya luar biasa meski assetnya kecil. Jadi kita akan mendiskusikan tentang millennial disrtrubsion, Kenapa millennial disruption, karena cirinya sama yaitu membunuh yang telah eksis lama contoh music rock sekarang saya Tanya ada gak music rock digawangi oleh milinial? Ya gak ada karena mereka gak suka. Dan itu bukan kata kata saya tapi ada risetnya. Jadi ada yang nyungsep pelan – pelan da nada yang naik. Dua generasi ini berubah luar biasa dan cita rasa humor juga bergeser, lalu apalagi yang bergeser dan bagaimana menyikapinya. Kita akan diskusi lebih lanjut tentang digital disrubtion semua hal nanti akan digantikan dengan robot. Apa yang bisa mekanik dan elektrik pasti diganti robot. Disrupsi digital ini akan banyak menelan bisnis tradisional. Bayangkan gerakan digital disrupsi ini seperti gerakan vortex baling baling pesawat. Kalau muter makin kencang dan makin banyak dayanya dan makin melumat putarannya mana yang makin ke tengah dan dekat dengan putaran akan makin hancur hancuran bisnis itu. Hal yang pertama adalah google dan facebook, mereka adalah hal yang paling cepat mendisrupsi sekaligus paling cepat terdisrupsi dalam 10 tahun kedepan akan terjadi perubahan didunia sosial media dan search eingen mungkin saja tetap google yang memimpin namun sudah bergeser jauh dari fungsinya saat ini. kedua media akan terdisrupsi yaitu media mainstream. Kompas femina jawa pos, tidak tau sampai kapan.
Pernyataan Bossman dalam video tersebut dapat dianalisis sebagai salah satu fenomena yang memfokuskan perhatiannya terhadap pengalaman sadar seorang individu dalam menghadapi perubahaan yang ada dalam dunia bisnis di Indonesia. Teori Komunikasi tentunya masuk kedalam tradisi fenomenologi yang berpandangan bahwa manusia secara aktif menginterpretasikan pengalaman mereka, sehingga mereka dapat memahami lingkungannya melalui pengalaman personal dan langsung dengan lingkungan (morrisan,2013). Fenomenologi menggunakan pengalaman langsung sebagai cara untuk memahami dunia. Stanley Deetz (dalam morrisan, 2013) mengungkapkan ada tiga prinsip dasar fenomenologi, yaitu :
- Pengetahuan adalah kesadaran. Pengetahuan tidak disimpulkan dari pengalaman namun ditemukan secara langsung dari pengalaman sadar.
- Makna dari sesuatu terdiri atas potensi Sesuatu itu pada hidup seseorang. Dengan kata lain bagaimana anda memandang suatu objek bergantung pada makna objek itu bagi anda.
- Bahasa adalah kendaraan makna. Kita mendapatkan pengalaman melalui bahasa yang digunakan untuk mendefenisikan dan menjelaskan dunia kita.
Dalam pernyaat yang diberikan oleh bossman, penulis mengamati bahwa pengetahuan yang bossman bagikan merupakan pengetahuan yang ia temukan lansung dari pengalaman secara sadar dan berdasarkan data-data dari hasil riset yang dia temukan bersarkan pandangan peneliti dalam memanda objek yang tidak dilihat secara objektif namun secara subjektif. Bossman menggunakan bahasa sebagai kendaraan untuk mentransfer makna yang ia dapatkan melalui pengalamannya untuk menjelaskan tentang apa yang terjadi pada dunia bisnis Indonesia dalam 10 tahun mendatang. Bahwa akan ada perubahan- perubahan yang akan menjadi peluang baru yang lebih luas bagi mereka yang memiliki jiwa seorang pengusaha, dan perubahan-perubahan yang membawa kehancuran bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan adaptasi dalam melakukan usaha. Jika di analisis dari teori lain yaitu teori kognitif dimana teori ini berfokus pada bagaimana individu memperoleh, menyimpan, dan mengolah informasi yang akan menghasilkan perilaku dan tindakan. Dengan kata lain, apa yang anda lakukan dalam suatu situasi komunikasi tidak hanya bergantung pada pola stimulus dan respon tetapi juga pada mental yang muncul ketika anda mengelola informasi. Dalam pernyataan Bossman di video tersebut terlihat bahwa proses beliay dalam memperoleh, menyimpan dan mengolah informasi menghasilkan sebuah tindakan yang mengarahkan kepada orang – orang agar bersiap dalam menghadapi disrupsi yang akan terjadi dalam 10 tahun mendatang melalui video yang dia buat dan diposting melalui akun youtubenya.
Jika dianalisis dari apa yang dikatakan Bossman dalam video tersebut dapat dikaitkan dengan Teori Tindakan beralasan (TRA) dimana menurut teori ini, niat atau kehendak seseorang untuk melakukan tindakan tertentu ditentukan oleh sikapnya terhadap tindakan itu sendiri serta seperangkat kepercayaan mengenai bagaimana orang lain menginginkan dia bertindak. Bahwa apa yang kita lakukan setelah mendengar pernyataan dari Bossman dalam video tersebut bergantung pada sikap kita terhadap disrupsi itu sendiri dan pandangan kita mengenai pendapat orang lain mengenai apa yang harus dilakukannya. Jika kita menganggap pendapat Bossman yang paling penting, tentu kita akan mempersiapka diri untung menghadapi perubahan besar dalam dunia bisnis Indonesia, namun jika kita menganggap pendapat kita yang paling penting tentu kita tidak akan mempertimbangkan pernyataan Bossman dalam video tersebut sehingga tidak ada perubahaan yang terjadi. Tentunya manusia memiliki kecenderungan untuk bertindak yang berlawanan dengan niat atau keinginan semua, betapa pun kuatnya keinginan itu sehingga ini selaras dengan pertanyaan Bossman kita mau menjadi bagian yang terbunug oleh disrupsi atau menjadi yang lahir dengan adanya disrupsi.