Mayoritas penduduk di Indonesia adalah beragama islam, sehingga bisnis investasi yang berbasis agama lebih mudah dipercaya masyarakat. Bisnis ini juga mendasarkan ayat Al quran dalam meyakinkan calon nasabah. Adapun salah satu ayat yang digunakan, adalah: surat Yusuf ayat 47-49:
‘Yusuf berkata: “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; Maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.(47). Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang Amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.(48) Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan dimasa itu mereka memeras anggur.(49)’
Investasi diyakini sebagai solusi agar terhindar dari bunga (riba) dalam hukum Islam, selain itu investasi juga dapat digunakan untuk persiapan dimasa mendatang. Investasi dengan menggunakan akad mudharabah diyakini lebih baik jika dibandingkan dengan menyimpan deposito di Bank. Faktor lain penyebab mudahnya masyarakat Indonesia meyakini investasi adalah rendahnya kesadaran keuangan. Literasi keuangan yang didapat selama ini berlandaskan pada pengalaman orang tua dan atau tokoh agama. Sehingga memiliki celah informasi untuk masuknya sistem keuangan yang curang.
Generasi Muda dalam Menyikapi Efisiensi Biaya.
Generasi milenial banyak berkontribusi bagi kemajuan industri 4.0 revolusi, dan generasi milenial membantu memajukan teknologi dan pengembangan dari era digital. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa revolusi industri juga meningkatkan jumlah pengangguran karena tenaga manusia dimanipulasi oleh tenaga mesin. Sebagai hasilnya, generasi milenial membutuhkan persiapan matang untuk sukses dalam karir mereka. Jika sebuah bangsa dapat beradaptasi dan berubah dengan cara yang relevan, negara memiliki peluang besar untuk berkembang dunia industri. Milenial sangat berperan dalam pencapaian industri 4.0 revolusi karena mereka dapat beradaptasi dengan digitalindustri. Generasi membutuhkan pengetahuan berupaformal yang relevan, non-pendidikan formal dan informal. Adapun kompetensi yang dibutuhkan oleh generasi milenial adalah:
Adapun kemampuan lainnya yang harus dimiliki generasi milenial, antara lain:



