REVIEW BUKUBATAS-BATAS PERTUMBUHAN

Donella H. Meadows, Dennis L. Meadows, Jorgen Randers dan William W. Behrens III

Penerbit              : PT Gramedia Jakarta

Tahun                 : 1980

Jumlah Bab         : 5 (lima) 151 Halaman

 

PENDAHULUAN

Setiap orang di dunia ini menghadapi rangkaian tekanan dan masalah yang minta perhatiannya dan menuntu tindakan-tindakan daripadanya. Masalah-masalah ini menimpanya pada berbagai tingkat yang berbeda. Tiap-tiap masalah tergantung pada berapa luas ruang yang dicakupnya dan waktu yang disitanya. Perspektif waktu dan ruang seseorang tergantung pada latar belakang budanyanya, pengalamannya di masa lampau, dan mendesak tidaknya masalah-masalah yang dihadapinya pada tingkatnya masing-masing. Orang biasanya harus menyelesaikan duku masalah kecil sebelum bisa mengarahkan perhatian pada masalah yang lebih besar. Pada umumnya, semakin besar ruang dan semakin panjang waktu yang disita suatu masalah, semakin kecil jumlah orang yang betul-betul memikirkan pemecahannya.

Semua pengambil keputusan di semua tingkat secara tidak sadar menggunakan model-model mental untuk memilih di antara sekian banyak kebijaksanaan yang akan membentuk hari depan dunia kita ini. Model-model mental ini dengan sendirinya sangat sederhana kalau dibandingkan dengan kehidupan nyata yang dicerminkan model-model bersangkutan. Otak manusia, walau mengagumkan, hanya sanggup mengingat interaksi yang rumit terjadi serempak, yang menentukan wajah kehidupan nyata, dalam jumlah terbatas saja. Model yang dipakai dalam buku ini adalah model formal tertulis mengenai dunia ini. Model ini adalah suatu usaha, usaha permulaan, untuk memperbaiki model-model mental masalah-masalah jangka panjang yang dihadapi dunia, dengan cara menggabungkan kumpulan besar bahan-bahan yang tersimpan dalam otak manusia dan dalam bentuk tertulis dengan alat-alat baru ciptaan manusia untuk memproses bahan keterangan metode ilmiah, sistem analisis, dan komputer.

Terdapat 2 kelebihan dibandingkan dengan model mental. Pertama, setiap anggapan yang mereka pakai dituliskan dengan cermat, jadi terbuka untuk diperiksa orang lain dan dikritik. Kedua, setelah anggapan itu diuji, dibahas, dan diperbaiki agar sesuai dengan pengetahuan kita yang terbaru hingga saat ini,  pengaruhnya terhadap tingkah laku sistem dunia di masa datang dapat diusut oleh komputer tanpa salah dan betapapun rumitnya. Walaupun hasil karya mereka ini masih bersifat permulaan, mereka berpendapat penting menerbtkan model ini dan hasil-hasil yang mereka sekarang.

Kesimpulan-kesimpulan berikut ini adalah hasil kegiatan mereka sejauh ini. Jelas mereka bukan yang pertama yang mengemukakan kesimpulan-kesimpulan itu. Sejak beberapa puluh tahun ini, orang yang melihat dunia ini dari sudut jangka panjang dan menyeluruh sampai pada kesimpulan-kesimpulan yang sama. Namun demikian sebagian besar penentu kebijaksanaan-kebijaksanaan kelihatannya sedang mengejar tujuan-tujuan yang tidak serasi dengan kesimpulan-kesimpulan ini.

Kesimpulan mereka adalah:

  1. Jika arah pertumbuhan pendudukan dunia, industrialisasi, pencemaran, produksi pangan, dan pemakaian sumber berjalan terus tanpa perubahan, batas-batas pertumbuhan di planet kita ini akan muncul dalam waktu 100 tahun yang akan datang ini. Kemungkinan besar akibatnya adalah menurunnya penduduk dan kemampuan industri dengan mendadak dan tidak terkecuali.
  2. Arah kecenderungan-kecenderungan ini mungkin saja diubah dan kondisi agar tercapai lingkungan hidup da ekonomi yang stabil, yang bisa dipertahankan sampai jauh di masa datang, mungkin saja dipenuhi. Keseimbangan dunia dapat dibuat sedemikian rupa sehingga kebutuhan kebendaan setiap orang di atas dunia ini dapat dipuaskan dan setiap orang mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakatnya.
  3. Jika penduduk dunia memutuskan hendak mencapai hal kedua di atas dan bukan yang nomor satu, semakin cepat mereka mulai mengambil langkah-langkah yang diperlukan, semakin besar kemungkinannya mereka berhasil.

Kesimpulan-keimpulan ini sangat jauh jangkauannya dan melahirkan banyak sekali pertanyaan yang harus dieselidiki lebih lanjut.

 

Bab. 1 Hakekat Pertumbuhan Menurut Deret Ukur

Orang biasanya melihat pertumbuhan sebagai proses tumbuh menurut deret tambah. Suatu besaran tumbuh menurut deret tambah kalau besaran itu bertambah dengan suatu jumlah tetap dalam jangka waktu tertentu.  Misalnya, seorang anak yang tingginya bertambah 2,5cm setiap tahun, tumbuh menurut deret tambah. Kalau seseorang kikir menyembunyikan $10 setiap tahun di bawah kasurnya, uang simpanannya juga bertambah menurut deret tambah. Besar kenaikan setiap tahun juga bertambah menurut deret tambah. Besar kenaikan setiap tahun jelas tidak dipengaruhi oleh tinggi anak itu atau oleh jumlah uang yang sudah tersimpan di bawah kasur orang kikir tersebut.

Suatu besaran disebut naik menurut deret ukur kalau besaran itu bertambah dengan suatu persentase tetap dari seluruh besaran itu dalam jangka waktu tertentu. Pertumbuhan menurut deret ukur semacam ini proses yang jamak dalam sistem biologi, sistem keuangan, dan sistem-sistem lain di dunia ini. Tetapi walaupun jamak, pertumbuhan menurut deret ukur bisa memberi hasil yang tidak disangka-sangka. Kenaikan menurut deret ukur memperdaya karena kenaikan semacam itu bisa menghasilkan jumlah yang sangat besar dalam waktu sangat cepat.

Ada baiknya kalau pertumbuhan menurut deret ukur ini kita lihat  dari segi waktu lipat dua, yaitu waktu yang dihabisakan besaran yang tumbuh hingga besaran itu jadi dua kali lipat. Waktu lipat dua disini adalah kira-kira 70 dbagi laju tumbuh bersangkutan, seperti dilukiskan dalam Daftar 1.

Daftar 1. Waktu Lipat Dua

Laju Tumbuh (% per tahun) Waktu Lipat Dua (tahun)
0,1

0,5

1,0

2,0

4,0

5,0

7,0

10,0

700

140

70

35

18

14

10

7

 

Pertumbuhan menurut deret ukur adalah gejala dinamik, artinya pertumbuhan menurut deret ukur menyangkut unsur-unsur yang berubah dengan waktu. Pada sistem yang sederhana, penyebab pertumbuhan menurut deret ukur dan kemana arah perkembangannya di masa depan mudah dipahami. Tetapi kalau suatu sistem terdiri atas aneka tagam besaran yang berbeda-beda dan kait-mengait dengan rumitnya dan tumbuh pada waktu bersamaan, mencari sebab-sebab pertumbuhan bersangkutan dan memperkirakan bagaimana tingkah laku sistem itu di masa depan sungguh sulit. Apakah industrialisasi disebabkan oleh pertumbuhan penduduk? Apakah pencemaran yang makin meningkat disebabkan oleh salah satu dari ini atau oleh kedua-duanya? Apakah produksi pangan yang lebih besar akan menyebaban penduduk bertambah? Kalau salah satu dari unsur-unsur ini tumbuh lebih lambat atau lebih cepat, apakah yang akan terjadi pada laju tumbuh unsur-unsur selebihnya? Pertanyaan-pertanyaan ini diperdebatkan di berbagai penjuru dunia.

Teori model dinamik mengatakan bahwa setiap besaran yang tumbuh menurut deret ukur entah bagaimana pasti menyangkut positive feed-back loop (gelung umpan balik positif). Gelung umpan balik positif kadang-kadang disebut “lingkaran setan”. Contohnya adalah upah-harga-upah naik, yang mengakibatkan upah yang lebih besar, dan seterusnya. Ini berarti bahwa kalau satu unsur dalam gelung itu naik, maka ini akan mencetuskan rangkaian perubahan yang akan berakhir dengan makin naiknya unsur yang mula-mula naik tadi.

Kita bisa mulai dengan analisa dinamik situasi dunia jangka panjang dengan melihat gelung umpan balik positif yang melandasi pertumbuhan menurut deret ukur lima besaran fisik yang telah disebut di buku. Khususnya, laju tumbuh dua dari unsur-unsur ini, penduduk dan industrialisasi, karena sasaran kebijaksanaan-kebijaksaanaan pembangunan pada umumnya adalah mendorong pertumbuhan industri melampauai pertumbuhan penduduk.

Ada satu lagi gelung umpan balik yang mengendalikan pertumbuhan penduduk, yaitu gelung umpan balik negatif. Kalau gelung umpan balik positif cenderung melahirkan pertumbuhan yang mahabesar, maka gelung umpan balik negatif cenderung mengendalikan pertumbuhan dan mempertahankan suatu sistem pada suatu keadaan seimbang. Gelung umpan balik negatif ibarat alat pengatur suhu. Kalau suhu dalam kamar mulai turun, alat itu menghidupkan sistem pemanas kamar, dan suhu naik kembali. Dalam hal gelung umpan balik, perubahan pada salah satu unsurnya akan diteruskan sepanjang lingkaran bersangkuta sampai kembali ke unsur semula tadi dan di sini mengubah kembali unsur itu tetapi sekarang dalam arah yang berlawanan dengan perubahan pertama.

 

Bab 2. Batas-Batas Pertumbuhan Menurut Deret Ukur

Bab ini membahas berapa besar persediaan sumber fisik yang menunjang semua kegiatan fisiologi dan industri, pangan, bahan mentah, bahan bakar fosil dan nuklir, dan sistem lingkungan planet ini, yang menyerap sampah dan mengolah ulang bahan-bahan kimia dasar yang penting.  Bahan-bahan kebutuhan ini pada dasarnya benda, bisa dihitung, misalnya tanah pertanian, air tawar, logam,hutan, lautan. Lalu bahan yang diperlukan untuk pertumbuhan terdiri atas ebutuhan sosial. Kalaupun sistem fisik bumi kita ini mamu menunjang penduduk yang besar dan maju ekonominya, pertumbuhan-pertumbuhan penduduk dan ekonomi yang sebenarnya akan tergantung pada faktor-faktor seperti perdaiaman dan stabilitas sosial, pendidikan dan lapangan kerja, dan kemajuan teknologi yang teratur.

Betapa sulitnya mencari keseimbangan antara manfaat dan kerugian di bidang produksi pangan, bidang pemakaian sumber, dan dalam soal pencemaran, telah kami kemukakan dalam bab ini. Sekarang sudah jelas harusnya bahwa kesimbangan itu harus dicari. Alasannya sederhana saja, bumi kita ini terbatas. Semakin dekat kegiatan manusia pada batas atas kemampuan bumi menunjang kegiatan itu, semakin jelas terlihat manfaat dan kerugian bersangkutan yang harus diperhitungkan dan semakin sulit mencari keseimbangan antara keduanya. Bila tanah pertanian yang sebelum terpakai masih banyak, jumlah orang bisa lebih besar dan persediaan pangan per oang juga bisa lebih besar. Tetapi bila semua tanah terpakai, mecari keseimbangan antara menambah jumlah orang dan menambah persediaan pangan per orang jadi sangat sulit.

Umumnya, masyarakat modern belum bisa mengenali dan menghadapi soal mencari keseimbangan ini. Tujuan sistem dunia sekarang ini rupanya menambah orang dan persediaan (pangan, barang, udara bersih, dan air) per orang. Dalam bab ini telah dikemukakan bahwa suatu masyarakat akan membentur salah satu dari berbagai batas atas yang ada di bumi ini kalau terus saja berusahan mencapai tujuan tersebut. Tidak mungkin bagi kita meramalkan batas mana yang akan tercapai terlbeih dahulu atau apa akibat-akibatnya, sebab banyak sekali langkah yang tak bisa diramalkan lebih dahulu, yang mungkin diambil manusia untuk menghadapi keadaan semacam itu. Tetapi menyelidiki keadaan-keadaan apa dan perubahan-perubahan apa dalam sistem dunia kita ini yang bisa menyebabkan masyarakat berbentur dengan atau mau menyesuaikan diri pada batas-batas pada pertumbuhan dalam dunia yang terbatas ini, ini mungkin dilakukan.

 

Bab 3. Pertumbuhan Dalam Sistem Dunia

bab buku ini diuraikan model dunia formal yang dipakai sebagai langkah pertama untuk memahami sistem dunia yang rumit. Model ini tidak lain dari suatu upaya menghimpun pengetahuan yang sangat banyak yang ada sekarang perihal hubungan sebab-akibat antara kelima-lima besaran penduduk, modal, pangan, sumber tidak bisa pulih dan pencemaran tadi, dan mengungkapkan pengetahuan itu dalam bentuk gelung-gelung umpan balik yang saling mengait. Karena model dunia ini sangat penting dalam usaha memahami sebab-sebab dan batas-batas pertumbuhan dalam sistem dunia, di bawah ini diuraikan cara-cara membuat model tersebut.

Terdapat empat langkah pokok yang diambil untuk membuat model itu:

  1. Mula-mula dibuat dafat hubungan sebab-akibat yang penting-penting antara kelima-lima besaran tadi dan kemudian diusut susunan umpan baliknya. Untuk maksud ini, pelajari buku-buku dan minta pendapat ahli-ahli berbagai bidang yang ada hubungan dengan masalah yang dipelajari, ilmu penduduk, agronomi, ilmu gizi, geologi, dan ilmu lingkungan, misalnya. Sasaran langkah pertama ini adalah mencari susunan yang paling dasar, yang bisa mencerminkan kaitan-kaita utama antara kelima-lima besaran tersebut di atas. Tambahan-tambahan pada susunan dasar ini, untuk mencerminkan data yang lebih terperinci, dapat dilekatkan kemudia setelah sistem yang sederhana ini dipahami.
  2. Tiap-tiap hubungan kemudian diungkapkan secermat mungkin dalam angka; untuk ini di mana ada digunakan data dunia, dan kalau tidak ada data dunia, data setempat.
  3. Dengan komputer, hitung kerja serempak semua hubungan ini dalam jagnka waktu tertentu. Kemudia diuji apa pengaruhnya kalau angka-angka anggapan dasar diubah, dengan maksud mencari unsur-unsru terpenting yang menentukan tingkah laku sistem itu.
  4. Akhirnya, kami uji apa pengaruhnya pada sitem dunia berbagai kebijaksanaan yang sekarang ini sedang diusulkan guna memperbaiki atau mengubah tingkah laku sistem dunia.

Tidak berarti langkah-langkah ini diikui sesuai dengan urutannya di atas, karena sering kali bahan keterangan baru yang berasal dari langkah yang lebih kemudian menyebabkan harus kembali pada susunan gelung umpan balik dasar dan mengubahnya. Model dunia ini bukan model yang kaku. Model ini selalu berkembang.

Bab. 4 Teknologi dan Batas-Batas Pertumbuhan

Harapan mereka yang percaya pada teknologi terpusat pada kemampuan teknologi menyingkirkan atau mempertinggi batas atas pada pertumbuhan penduduk dan modal. Bab ini memperlihatkan bahwa dalam model dunia pemecahan teknologi pada masalah persediaan sumber yang makin tipis atau masalah pencemaran atau masalah pangan kurang tidak ada pengaruhnya pada masalah pokok, yakni pertumbuhan menurut deret ukur dalam sistem yang terbatas dan rumit. Upaya upaya menggunakan perkiraan-perkiraan yang paling optimis mengenai manfaat tekologi dalam model itu tida bisa mencegah mundurnya penduduk dan industri, dan bahkan sebenarnya tidak bisa menangguhkan keruntuhan sampai sesudah tahun 2100.

Bab ini membahas teknologi agak panjang lbar karena mereka menemukan bahwa keyakinan pada teknolog adalah reaksi yang paling umum dan paling berbahaya dari hasil-hasil yang kami peroleh dari model dunia. Teknologi bisa meringankan gejala-gejala suatu masalah tanpa menyentuh penyebabnya. Keyakinan pada teknologi sebagai jalan keluar untuk semua masalah karena itu bisa membelokkan perhatian kita dari masalah yang paling utama, masalah pertumbuhan dalam sistem yang terbatas, dan mencegah kita mengambil langkah-langkah untuk memecahkannya.

Di pihak lain, maksud buku ini jelas bukan hendak mengatakan bahwa teknologi itu berbahaya atau sia-sia. Mereka sendiri ahli teknologi, dan bekerja untuk lembaga teknologi. Mereka yakin, sepertit akan diuraikan dalam bab ini bahwa banyak dari perkembangan teknologi yang disinggung disini. Pengendalian pencemaran, alat pencegah hamil, sangat penting untuk masa depan masyarakat manusia jika dipadu dengan langkah-langkah membatasi pertumbuhan.

Buku ini berharap setiap masyarakat menjawab tiga pertanyaan di bawah ini lebih dahulu sebelum menerma setiap teknologi baru. Pertanyaan-pertanyaan ini adalah:

  1. Apa akibat-akibat sampingnya, fisik maupun sosial, kalau perkembangan ini digunakan secara besar-besaran?
  2. Perubahan-perubahan sosial apa yang diperlukan sebelum perkembangan ini bisa dilaksanakan sebagaimana mustinya, dan berapa lama bisa diselesaikan?
  3. Jika perkembangan in berhasil sepenuhnya dan bisa menyingkirkan beberapa batas alam pada pertumbuhan, batas apa yang akan ditemui sistem bersangkutan kemudian? Apakah masyarakat akan lebih suka menghadapi tekanan-tekanan dari batas yang akan ditemui kemudia itu daripada tekanan-tekanan yang hendak dihilangkan dengan perkembangan ini?.

 

Bab. 5 Dunia Dalam Keseimbangan

Keseimbangan berarti keadaan berimbang atau sama antara kekuatan-kekuatan yang saling berlawanan. Dalam bahasa dinamik model dunia, kekuatan-kekuatan saling berlawanan adalah kekuatan-kekuatan yang menyebabkan penduduk dan persediaan modal naik (besar keluarga yang diinginkan tinggi, pembatasan kelahiran tidak berhasil, laju penyusutan atau jadi tuanya barang modal tinggi). Istilah “modal” berarti jasa, modal industri dan modal pertanian digabung jadi satu. Jadi batasan mendasar keadaan seimbang yang menyeluruh adalah bahwa penduduk dan modal pada dasarnya tetap, kekuatan-kekuatan yang cenderung menaikkan atau menurunkan keduanya dalam keadaan seimbang terkendali.

Berapa lama keadaan seimbang henda dipertahankan? Kalau masyarakat hanya ingin mempertahankannya enam bulan atau satu tahun saja, model dunia menunjukkan, penduduk dan modal dapat dipertahankan hampir pada tingkat apapun. Kalau lamanya 20 atau 50 tahun, pilihan yang ada jadi sangat berkurang, karena semua laju tumbuh dan tingkat harus disesuaikan guna menjamin bahwa penanam modal tidak terhalang oleh kurangnya sumber selama jangka waktu ini, atau bahwa angka kematian tidak dipengaruhi tanpa kendali oleh pencemaran atau pangan kurang. Makin lama suatu masyarakat ingin mempertahankan, makin rendah pula seharusnya laju tumbuh dan tingkat tersebut. Dengan memilih jangka waktu yang agak lama bagi keseimbangan, dan umur rata-rata yang panjang sebagai tujuan, kita sekarang sampai pada seperangkat syarat minimun guna mencapai keadaan seimbang. Syarat-syarat ini adalah:

  1. Besar modal dan besar penduduk tetap. Angka kelahiran sama dengan angka kematian dan laju penanaman modal sama dengan laju penyusutan.
  2. Semua laju input dan output, kelahiran, kematian, penanaman modal, penyusutan – dipertahankan pada tingkat minimum.
  3. Tingkat modal dan tingkat penduduk dan perbandingan antara keduanya di tetapkan atas dasar tata nilai masyarakat bersangkutan. Keduanya mungkin harus diubah dan perlahan-lah disesuaikan seirama dengan perkembangan teknologi yang menciptakan pilihan-pilihan baru.

Jelas untuk megelola peralihan ke keseimbangan dunia itu dibutuhka bahan keterangan yang lebih banyak lagi. Waktu menyaring data dunia dan memasukkannya ke dalam suatu model, akan betapa besarnya kebutuhan akan fakta yang lebih banyak. Kebutuhan akan angka-angka yang secara ilmiah bisa diukur tetapi yang belum pernah diukur.

Kalau ada alasan-alasan bagi kita untuk merasa hawatir, alasan-alasan untuk berharap pada pula. Dengan sengaja membatasi pertumbuhan akan sangat sulit, tetapi bukannya tidak mungkin. Caranya sudah jelas, dan langkah-langkah yang diperlukan, walalu baru bagi masyarakat manusia, masih dalam batas-batas kemampuan manusia. Untuk sesaat dalam sejarahnya, manusia memiliki gabungan yang paling ampuh dari pengetahuan, alat-alat, dan sumber yang pernah disaksikan dunia. Semua yang diperlukannya dalam bentuk fisik untuk menciptakan masyarakat manusia dalam bentuk yang sama sekali baru- suatu masyarakat yang mampu bertahan dari generasi ke generasi. Dua hal yang belum ada adalah tujuan jangka panjang yang realistis, yang dapat menjadi pedoman bagi umat manusia dalam menuju masyarakat yang seimbang dan bagi tekad manusia hendak mencapai tujuan itu. Tanpa tujuan itu dan tekad mencapainya, masalah-masalah jangka endek akan melahirkan pertumbuhan menurut deret ukur yang akan mendorong sistem dunia ke batas atas bumi ini dan ke keruntuhannya. Dengan tujuan dan tekad itu,umat manusia sekarang akan sudah siap memulai peralihan terkendali dan teratur dari pertumbuhan menuju keseimbangan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *